Home > Info Terkini

Wamen : Program Revitalisasi Sekolah Bukan Hanya Soal Membangun Ruang Kelas Baru

Perbaikan atau pembangunan fisik sarana prasarana sekolah harus diiringi dengan perubahan pola pikir.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menghadiri Bimtek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2025 Tahap 4 di Jakarta, Kamis (10/07/2025). Foto : dok
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menghadiri Bimtek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2025 Tahap 4 di Jakarta, Kamis (10/07/2025). Foto : dok

Kampus--Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengingatkan agar Program Revitalisasi Sekolah tidak hanya dimaknai membangun fisik bangunan semata atau menambah ruang kelas. Menurutya program itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peningkatan ekosistem dan mutu pendidikan nasional yang sedang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini.

"Program Revitalisasi Sarana Prasarana ini tidak berdiri sendiri, namun bagian penting dari semangat kita untuk memperbaiki ekosistem pendidikan. Maka terkait erat dengan beberapa program prioritas yang diluncurkan Pak Menteri Abdul Mu'ti seperti Pembelajaran Mendalam dan Koding KA (Kecerdasan Artifisial)," kata Fajar di depan para Kepala Sekolah SMK yang mengikuti Bimtek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2025 Tahap 4 di Jakarta, Kamis (10/07/2025).

Bagi Wamen Fajar, perbaikan atau pembangunan fisik sarana prasarana sekolah harus diiringi dengan perubahan pola pikir dan semangat untuk terus melakukan inovasi karena tantangan pendidikan vokasi ke depan semakin berat.

"Kita punya peran dan tanggung jawab membekali anak-anak agar lebih adaptif, mampu berpikir kritis, dan belajar multidisiplin sehingga siap menghadapi perubahan dunia industri yang begitu cepat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Fajar mengingatkan pentingnya lulusan SMK memiliki karakter yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan bela rasa (solidaritas) di tengah transformasi digital dengan lahirnya akal imitasi (AI).

"Kalau hanya mengandalkan kemampuan intelektual dan keterampilan teknis tanpa dibekali keterampilan lunak (soft skill), kita akan semakin tertinggal oleh AI" ujar lulusan program doktoral inovasi kebijakan UGM tersebut.

Di sisi lain, Fajar juga menyampaikan bahwa Program Revitalisasi ini merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan sarana prasarana sekolah, agar layanan pendidikan berjalan optimal dan dirasakan oleh peserta didik.

"Program ini adalah amanah Bapak Presiden Prabowo yang harus kita laksanakan sebaik mungkin, dengan niat baik saya yakin Bapak dan Ibu bisa menjalankan program ini dengan sukses dan berdampak pada ekonomi masyarakat di sekitar sekolah," tutupnya. (*)

× Image