Catat Sejarah, Undip Peringkat Empat Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

Kampusiana—Universitas Diponegoro atau Undip mencatat sejarah dengan meraih peringkat ke-4 universitas terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics Ranking of World Universities edisi Januari 2025. Undip berhasil mengungguli sejumlah perguruan tinggi papan atas lainnya.
Sistem Webometrics dikembangkan oleh Cybermetrics Lab, Spanyol, yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari dan Juli. Pemeringkatan ini mengukur keakuratan website dengan kinerja akademik universitas.
Peringkat empat universitas terbaik di Indonesia dalam perangkingan Webometrics edisi Januari merupakan pencapaian tertinggi Undip sejak pertama kali masuk dalam pemeringkatan Webometrics. Kali ini peringkat Undip berada di atas Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjajaran (Unpad), dan Universitas Brawijaya.
Rektor Undip Prof Suharnomo mengatakan, prestasi ini tidak hanya membanggakan namun juga menjadi kado indah di awal tahun 2025. “Tahun 2022 kita peringkat 21 Indonesia dan di 2023 naik menjadi ranking 8 Indonesia, sempat turun di awal 2024 dan saat ini menjadi naik ke peringkat ke 4,” seperti dilansir laman Undip.
Wakil Rektor III Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi, Prof Adian Fatchur Rochim mengatakan pada periode Juli 2024 domain Undip pada beberapa situs terkena backlinks ilegal sehingga sempat terlempar pada peringkat 374 nasional. Hal ini menjadi perhatian serius Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Undip untuk memperbaiki situs-situs yang terdampak backlinks.
“Metode pemeringkatan pada edisi Januari 2025 ini, Cybermetrics Lab menggunakan dua indikator yaitu webometric dan bibliometric, sehingga bukan semata dari struktur website di domain perguruan tinggi namun juga jumlah karya ilmiah, jumlah sitasi dosen/peneliti dan reputasi jurnal,” katanya.
Perangkingan Webometrics edisi Januari 2025 mencakup hampir 32 ribu institusi pendidikan tinggi (HEIs) dari seluruh dunia. Model pemeringkatan ini didasarkan pada indikator webometrik dan bibliometrik, yang dikumpulkan dari sumber terpercaya seperti Majestic, Google Scholar, dan Scimago-Scopus.
Data web dikumpulkan pada hari-hari pertama bulan Januari, sementara informasi bibliometrik mencakup periode dari tahun 2019 hingga 2023. Hasil pemeringkatan ini secara historis konsisten dengan yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkatan lainnya untuk universitas teratas, namun Webometrics menyediakan data tentang banyak institusi dari negara-negara Global South yang tidak tercakup dalam pemeringkatan lainnya.
Bagi perguruan tinggi, peringkat Webometrics mencerminkan daya saing global dalam bidang akademik dan penelitian. Semakin tinggi peringkatnya, semakin besar pengakuan terhadap kontribusi universitas dalam ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat dunia. (*)
Konten terkait :
Cek Daya Tampung 10 Prodi Sepi Peminat di UB, Panduan Peserta SNBP 2025 | kampusiana.id